Galaksi Bima Sakti dimana Tata Surya berada ternyata
berukuran lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Ini terungkap dari data
yang dikirim teleskop ruang angkasa Gaia yang memetakan semilyar
bintang. Data perdana dari teleskop ruang angkasa Gaia yang dirilis para
ilmuwan di European Space Astronomy Centre (ESAC) Villanueva de la
CaƱada, Madrid, Spanyol, menunjukkan di galaksi Bima Sakti terdapat
lebih banyak dari 100 milyar bintang seeperti perhitungan sebelumnya.
Ini berarti Bima Sakti juga jauh lebih besar dari dugaan para ilmuwan
sebelumnya.
Gaia yang diluncurkan 2013 merupakan proyek ambisius
lembaga antariksa Eropa-ESA untuk membuat peta 3 dimensi sekitar satu
milyar bintang. Proyek yang direncanakan berlangsung selama
lima tahun itu jauh lebih besar cakupannya dan lebih akurat dari misi
serupa sebelumnya Hipparcos (1989 sampai 1993). Dalam dua tahun misinya,
Gaia diduga menemukan 400 juta bintang baru.
"Terutama akan
diukur secara akurat jarak antar bintang, untuk menentukan posisi maupun
pergerakannya," ujar Fred Jansen, manajer misi Gaia ESA. Dari situ akan
dianalis evolusi maupun struktur internal bintang di galaksi. Gaia mengorbit di kawasan yang disebut Lagrange Poin L2 yakni zona
orbiter yang berada pada titik terjauh dari Bumi. Dengan itu misi
pemetaan tidak terganggu tarikan gravitasi Bumi, Bulan ataupun Matahari.
Juga posisi ini ideal, karena pengamatan dilakukan dari sisi gelap
jagat raya ke arah bintang-bintang.
Sasaran utama misi teleskop ruang angkasa yang
ambisius itu adalah untuk lebih memahami sifat dan evolusi galaksi Bima
Sakti, kata ilmuwan proyek Gaia, Timo Prusti. Kedengarannya konsep
abstrak. "Kita berada jauh dari pusat galaksi dan konsep galaksi
berbentuk spiral bagi awam juga abstrak," tambah Prusti.
Ilmuwan
ini menggambarkan, pusat galaksi Bima sakti berbentuk cembung dan
bersisi milyaran bintang tua. Sementara bintang lebih muda tersebar di
tangan cakram berbentuk spiral di kawasan pinggiran galaksi. "Walau kedengaran rumit, tapi intinya adalah, jika kami lebih memahami
evolusi galaksi Bima Sakti dan bagaimana terbentuknya, kami akan dapat
memahami lebih banyak bagaimana asal mula munculnya kehidupan di Bumi,"
ujar Prusti menarik kesimpulan.
Gaia juga bertugas mendeteksi asteroid baru serta sumber ekstra galaksi seperti quasar dan jika mungkin juga exo-planet baru.


0 comments:
Post a Comment